Monday, December 5, 2016

Antara Benci dan Cinta dengan Komputer

Tags

“Cintailah kekasihmu (secara) sedang-sedang saja, siapa tahu disuatu hari nanti dia akan menjadi musuhmu; dan bencilah orang yang engkau benci (secara) biasa-biasa saja, siapa tahu pada suatu hari nanti dia akan menjadi kecintaanmu”. 
(Ali Bin Abu Thalib dalam buku Nahjul Balaghah )

Kata-kata di atas membuat saya sadar akan hakikat cinta dan benci, dua hal yang kontradiktif, saling bertolak belakang. kata mutiara tersebut berlaku umum, termasuk saat kita dilanda perasaan begitu membenci “sesuatu”, hati-hatilah sebab kelak “sesuatu” itu akan berubah jadi hal yang begitu kita cintai. Percayalah, saya sudah mengalaminya.


Dahulu sekali, ketika saya masih muda *sekarang juga masih muda sih, saya digalaukan dengan masalah pilih-memilih jurusan perkuliahan selepas lulus SMA tahun 2007. Saya yang begitu suka akan Bahasa Inggris, meski pada realitanya nilai bahasa inggris saya gak bagus-bagus amat. akhirnya memantapkan diri untuk ikut Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) di salah satu perguruan tinggi negeri di kota Medan, dengan memilih jurusan Bahasa Inggris dan dua jurusan eksakta karena kebetulan saya dari jurusan IPA ketika SMA dan diperbolehkan untuk mengikuti SPMB dengan skema IPC (Ilmu Pengetahuan Campuran).

Alhamdulillah, saya gak lulus, *hahaha. Tidak ada kata menyerah, saya mengikuti ujian ekstensi, ujian ini dilaksanakan setelah hasil SPMB diumumkan. saya kembali memilih Bahasa Inggris dan jurusan opsional Bahasa Perancis, Alhamdulillah lulus di jurusan Bahasa Perancis. Begini lah kira-kira respon emak ketika tahu anaknya lulus di jurusan Bahasa Perancis.


“Bahasa Inggris aja gak lancar, mau bahasa perancis pula”
“tapi kan, bahasa perancis juga bagus mak
“udahlah, blablablablablabla…”

Fix, mendengar nasihat emak saya gak berani ngelawan, saya putuskan mundur dan mengabaikan hasil kelulusan *karena saya yakin ridho emak ridho Allah.

Sebenarnya belum bisa move on dengan hasil SPMB, saya berniat mencoba kembali tahun depan. Sembari menunggu tahun depan, Emak menyarankan agar saya mengambil kuliah Diploma 1 untuk jurusan Ilmu Komputer di salah satu sekolah tinggi swasta di Medan. What? Komputer? Maaakkk pliisss.

Seandainya saja emak tahu bagaimana sepak terjang anaknya semasa SMA saat pelajaran Komputer, mungkin emak akan kecewa, anak emak ini lebih sering bolos daripada hadir. bukan karena nama saya Alfa lantas saya suka bolos tapi saya paling benci pelajaran komputer. repotnya harus pegang yang namanya mouse, harus digerak-gerakkin kesana kemari, klik kanan klik kiri, monitor tabung yang buat mata perih, warna layar yang kadang hijau kadang kuning dan untung saja gak pernah sampai ke warna merah.

Trus gimana ceritanya bisa bolos? Bisa aja donk, guru komputer saya melakukan absensi ketika siswa sedang berada di kelas, usai absensi siswa diarahkan ke Laboratorium Komputer. Karena mikir toh juga sudah diabsen, saya malah lebih memilih untuk gak ikut ke lab, pun tidur di kelas atau di mushola lebih menggiurkan. *jangan ditiru ya.

Tapi meskipun begitu, saya gak merasa kesulitan tiap kali ujian komputer digelar ya tinggal nanya aja sama teman yang bisa diajak kerjasama, walau saya tahu mereka memberikan jawaban yang ntah benar ntah salah, namun nilai saya gak pernah di bawah 70. MasyaAllah, Allah baik banget padahal saya udah bertindak curang.

Balik lagi ke saran emak, yang pasti semua anak medan tahu, yang namanya saran ibu berarti sebuah keharusan untuk dituruti, gak boleh dibantah, kalau membantah, kelar hidup lo. Maka, saya pun menjalani pendidikan diploma selama satu tahun di jurusan komputer.

Sejak terjun langsung dan berfokus pada jurusan komputer, benih-benih cinta mulai tumbuh dan bersemi di hati saya. komputer itu gak seribet yang saya bayangin selama ini, merasa puas aja ketika  disuruh ngerjain tugas komputer dan dapat nilai baik, bahagianya lagi saat dimintai tolong untuk ngajarin teman-teman lain yang belum ngerti. Bermanfaat banget saya ya *hahaha, berasa dianggap dan berguna bagi orang lain, jujur saja selama ini saya hidup seperti dalam tempurung, hidup gak berbuat apa-apa bahkan gak berguna untuk siapa-siapa.

Satu tahun berlalu, namun rasa cinta pada ilmu komputer malah menetap di hati. Saya jatuh cinta pada dunia Komputer. Saya mengurungkan niat untuk ikut SPMB kembali dan lebih memilih melanjutkan pendidikan S1 di jurusan Teknik Informatika di Sekolah Tinggi yang sama saat D1. Sepertinya saya sudah menemukan jiwa saya, mengutak-atik KOMPUTER.

Demi mendukung proses belajar, pada tahun 2009, tepat di semester 2 perkuliahan, emak membelikan komputer Pentium IV. Alhamdulillah, komputer tersebut hanya bertahan dua tahun, kuliah di jurusan Informatika memaksa saya untuk terus menginstall aplikasi-aplikasi penunjang proses belajar, beban data yang cukup besar dan ditambah lagi koleksi anime dan western movie yang tak terkendali, membuat komputer pertama saya itu cengap-cengap, jangan heran kalau peristiwa blue screen terjadi, lag ketika asik memutar video, dan kipas komputernya yang buat berisik satu rumah, akhirnya komputer saya harus dimuseumkan.

Pasca rusaknya komputer pribadi saya, sempat terbesit untuk menggantinya dengan Notebook. Tapi apalah daya, tingginya langit tak mampu saya raih. Gak enak harus minta ke emak, karena kebutuhan kami tidak hanya sekedar untuk beli Notebook saja waktu itu. Bersabar untuk tidak memiliki alat belajar sementara waktu adalah pilihan yang tepat. Risikonya saya sadari, cukup tersendat-sendat dalam beberapa mata kuliah tanpa kehadiran komputer. Berkah Allah, karena memang prestasi saya sebelumnya cukup baik *uhuk, saya diterima menjadi asisten laboratorium komputer di kampus tempat saya kuliah. Kesempatan tersebut membuat saya bisa leluasa menggunakan komputer namun tetap saja gak nyaman karena bukan punya sendiri, mau install aplikasi pun segan, dengan gigih dan keyakinan tinggi honor aslab secara utuh saya kumpulin untuk beli Notebook. Benar-benar banyak kemudahan yang diberikan Allah, tuh gaes gak ada ruginya kalau kita niat bener-bener nuntut elmu, ada aja jalan dan kemudahan yang datang tiba-tiba di waktu yang tepat, huhu *sujudsyukur.

Setahun jadi aslab, laptop baru pun terbeli tepat tahun 2010, wohoo. Maka, selama menyelesaikan S1, laptop tersebutlah yang menemani saya menonton semua anime kesukaan. Semua aplikasi yang dulu sempat gak maksimal saya pelajari, saya pelajari kembali. Kemudian, laptop itu juga turut memudahkan saya dalam menyelesaikan laporan PKL, sampai kepada pengerjaan skripsi, dan turut mengantarkan saya menjadi Sarjana Komputer. Aaak kalau dibayangin sempat percaya gak percaya dari yang dulu benci komputer sampai segini cintanya sama pelajaran komputer. Ckckck begitulah mudahnya Allah membolak balikkan hati ya.

Perjalanan saya menekuni komputer gak hanya sampai di S1 dengan nilai kelulusan cum laude, tapi terus membawa saya hingga menjalani perkuliahan S2 dengan dibiayai pihak kampus. Sekarang, saya telah menjadi dosen tetap di sekolah tinggi tersebut dan sudah setahun ini bertransformasi menjadi universitas. Nikmat mana lagi yang kau dustakan?

Bahkan nikmat itu terus menghujani saya,semoga saja saya dimudahkan dan diberi kesempatan untuk melanjutkan cita-cita mulia yang sudah lama singgah di hati namun enggan untuk bergerak maju.

Dibalik Dosen Tampan dan Animeholic ada Laptop Tua

By the way,  sampai disini, adakah yang bertanya tentang keadaan laptop pertama saya itu? Baiklah walau gak ada yang jawab, saya yang akan jawab *siapa juga yang mau jawab haha.

Laptop tersebut tetap berfungsi namun performa pastinya sudah menurun, secara dipakai terus-terusan, bahkan kalau gak dipinjam isteri untuk nonton drama korea pasti saya pakai untuk nonton koleksi anime, dan pastinya dipakai untuk media saat saya mengajar.

Menjalankan peran sebagai staf pengajar yang berfokus pada bidang Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta, memaksa saya untuk lebih kreatif dan inovatif dalam proses penyampaian informasi atau pengetahuan dan sudah barang tentu setiap pengajar wajib memiliki Notebook sebagai media multifungsi selain digunakan untuk mencari literatur bahan ajar, juga digunakan untuk menyusun bahan ajar, membuat slide presentasi agar proses belajar mengajar lebih interaktif dan tentu saja untuk meng-install beberapa aplikasi yang saya butuhkan untuk mengajar seperti Visual Studio, SQL Server, Netbeans, Matlab, dll.

sumber : dok.pri
Suatu kali saya mengajar dengan media laptop tua saya itu, matakuliah yang saya ajar adalah Sistem Basis Data dengan materi Pembuatan Sistem Aplikasi yang Terkoneksi ke Database. Nah pas asyik-asyiknya jelasin ke mahasiswa, kemudian saat ingin mengeksekusi program, dan aplikasi  programnya langsung not responding, kipas mulai berisik, berlanjut laptop hang sampai kayak gak ada kehidupan gitu di laptop saya. Aduuh kondisi seperti itu beneran gak nyaman banget, agak malu juga dengan mahasiswa huhu.

Begitu juga saat nonton anime atau film di laptop, pas adegan serunya eh tiba-tiba gambarnya patah-patah gitu, gak asyik banget, terpaksa nyalain kipas angin dengan volume paling kencang untung saya dan istri gak terbang di buat kipas angin itu saking kencangnya agar laptop kembali stabil.

Ketika Alfa Ingin Notebook Acer Switch Alpha 12


Senang rasanya kalau ada alat yang sangat memudahkan dan membantu pekerjaan bahkan kalau bosan melanda alat tersebut bisa di switch jadi penyaluran hobi. Senang banget lah pastinya, apalagi kalau alat tersebut dalam performa baik dan canggih. Sebenarnya mau bilang pengen punya notebook baru, haha.

Hari gini ada banyak pilihan notebook canggih ya gak gaes? Namun gak mungkin juga semua dimiliki dong, emang situ anak raja minyak? Tapi ada satu notebook yang emang diperuntukkan memudahkan pengguna gimana caranya meski tu notebook untuk kerja tapi sesekali bisa di switch jadi penyaluran hobi, apalagi kalau hobinya nonton, pengennya bisa nonton kelanjutan anime dimana saja dan kapan saja tanpa harus menunggu wiken, itupun wiken seringnya kepake untuk jatah istri yang minta jalan-jalan *eh curhat, haha..

Emang ada notebook begitu? Ada dong, namanya Acer Switch Alpha 12. Kemudahan apa yang ditawarkan merek notebook yang udah terjamin kualitasnya ini bagi keseharian saya?

sumber: acer.id

Notebook 2-in-1 ini merupakan Notebook Hybrid sekaligus Tablet yang memiliki desain inovatif. selain itu Switch Alpha 12, Notebook Hybrid Intel Core pertama tanpa kipas karena dilengkapi dengan sistem pendingin yang dikenal dengan nama Acer LiquidLoop™. Berbeda dengan Notebook kebanyakan yang mengandalkan kipas konvensional sebagai sistem pendingin,

Acer LiquidLoop™ memanfaatkan pipa yang berisikan cairan pendingin guna menstabilkan suhu pada processor secara optimal. Keunggulan ini juga yang membuat Acer Switch Alpha 12 lebih ramah suara, dijamin bebas dari suara kipas yang berisik. Tidak hanya bebas dari berisik, sistem pendingin tanpa kipas (fanless) memungkinkan perangkat tidak terkontaminasi oleh debu yang terbawa oleh kipas pendingin dan juga hemat baterai. Pas banget untuk masalah Overheat pada Notebook saya.


Sumber : http://www.pcadvisor.co.uk/review/windows-tablets/acer-switch-alpha-12-hands-on-review-3639027/
So, ketika mengajar saya tidak perlu dikhawatirkan dengan bunyi berisik pada kipas, tidak perlu khawatir Notebook saya hang ketika sedang menggunakan beberapa program aplikasi yang dijalankan bersamaan (Multitasking) dan tidak perlu khawatir Notebook mudah panas karena digunakan untuk bermain Games.

Dari sisi Processor, Acer Switch Alpha 12 dilengkapi dengan Intel Core i Series generasi ke-6 yang kabarnya merupakan processor terbaik yang pernah dikeluarkan oleh Intel. Performa processor ini tidak perlu diragukan, Intel memberikan pernyataan bahwa Intel Core i Series generasi ke-6 memiliki performa 2.5 kali lebih cepat dengan daya tahan baterai lebih hemat 3 kali lipat ditambah dengan performa dalam pengolahan grafis yang 30 kali lebih baik jika dibandingkan dengan generasi pertama. Luar biasa bukan, solusi bagi para penggila Games Online maupun Offline.

sumber : acer.id
 
Acer Switch Alpha 12 dibekali dengan GPU Intel HD Graphics 520 dan layar 12”  dengan resolusi QHD (2160 x 1440) juga dilengkapi dengan teknologi IPS yang menawarkan gambar yang jelas dan waktu respon yang stabil serta reproduksi gambar yang sangat baik dan cocok untuk yang hobi sekali dengan fotografi, desain grafis, produksi film, CAD atau CAM teknik, juga untuk mengola data  gambar medis dan tentu saja cocok untuk aplikasi keamanan. Bagi yang sering lag ketika sedang asik memutar video di Notebook seperti kasus saya, Acer Switch Alpha 12 menjadi solusi cerdas untuk anda.

Dengan segala keunggulan Acer Switch Alpha 12, saya yakin Pekerjaan dan Hobi dengan mudah dapat diintegrasikan.

Tulisan ini diikutsertakan pada,

4 komentar


EmoticonEmoticon