Wednesday, January 6, 2016

Antara Cinta, Zina dan Taubat-nya para Remaja

Tags

"Adolescence is a border between childhood and adulthood. Like all borders, it’s teeming with energy and fraught with danger" (Mary Pipher). 

Ane mengutip sebuah Quote dari Seorang Psikolog klinis dan penulis dari Amerika, Mary Pipher, yang mendefenisikan Masa remaja sebagai sebuah perbatasan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. di perbatasan ini, umumnya dipenuhi dengan energi dan dipenuhi dengan bahaya. beliau melihat potensi yang kuat dari masa remaja, dimana energi yang besar dapat melahirkan hal-hal besar yang bernilai positif,hal ini seharusnya mampu dimanfaatkan dengan baik oleh para remaja. tapi di samping itu, luapan energi yang besar ini  juga memicu bahaya yang besar jika pemanfaatan energi tersebut salah disalurkan. *kira-kira begitulah yang bisa ane simpulkan dari Quote-nya mbak Mary.


"Darah muda.... darahnya para remaja 
Yang selalu merasa gagah 
Tak pernah mau mengalah 
Masa muda...... masa yang berapi-api 
Yang maunya menang sendiri 
Walau salah tak perduli.......... Darah muda
Biasanya para remaja,

Berpikirnya sekali saja.....Tanpa menghiraukan akibatnya 
Wahai kawan para remaja......Waspadalah dalam melangkah,
Agar tidak menyesal akhirnya"


Oke, itu dia tadi  satu tembang bagus dari Bang Rhoma yang berjudul "Darah Muda", yang telah mengajak kita melihat sosok remaja melalui lantunan merdu syair-syair beliau yang ter...la.....lu..... *abaikan
 
Remaja....... sosok yang pekat dengan keceriaan, semangat yang membara, serta rentan terkontaminasi oleh zaman. dan kasus kenakalan remaja yang paling marak beberapa tahun ini adalah (jreng...jreng...jreng).........kasus pergaulan bebas. bagaimana tidak, jika boleh flashback, kita bisa bercermin dan menemukan fakta bahwa setiap tahun kasus kenakalan remaja semakin meningkat, mulai dari tindakan asusila hinggi aborsi. 

for your information nih ya, pada tahun 2008 Komnas perlindungan anak melakukan penelitian mengenai perilaku seks pada remaja dimana penelitian ini dilakukan di 17 kota besar di tanah air, dengan jumlah Responden sebanyak 4726 orang, dari jumlah tersebut Komnas menemukan sekitar 62,7% remaja sudah tidak perawan serta 21,2 % mengaku pernah menjalani proses Aborsi. sementara data statistik prilaku seks pada remaja dari Komnas Perlindungan Anak 3 tahun yang lalu memaparkan sebanyak 93,7% remaja sudah tidak perawan dan bahkan 21,26% sudah pernah melakukan Aborsi.(www.bkkbn.go.id/ViewBerita.aspx?BeritaID=1761) 

inilah bukti cinta yang sering diekspose dan diblow-up oleh para remaja-remaja kita. *entah itu kasih sayang (katanya) atau nafsu yang bersembunyi di balik rasa cinta.

by the way , tahukah kalian perbuatan yang demikian adalah zina, wahai saudaraku ?
Menurut sumber informasi yang terpercaya yaitu mbah KBBI,  bahwa Zina adalah perbuatan bersanggama antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat oleh hubungan pernikahan (perkawinan). selain itu, Zina juga diibaratkan seperti hutang yang tebusannya adalah anggota keluargamu sendiri sebagaimana disampaikan oleh Imam Asy-Syafi'i :

"Hindarilah segala yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim, zina seperti hutang, jika Engkau mengambilnya hutang. Maka, Ketahuilah bahwa tebusannya adalah anggota keluargamu. Barangsiapa berzina, akan dizinai meskipun di dalam rumahnya. Camkanlah, jika engkau termasuk orang yang berakal" 

Zina ini perbuatan yang keji, teman !!, sangking kejinya, mendekati Zina saja tidak boleh apalagi terjun bebas. *menggunakan parasut gak ya? plakk

"dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk". (QS. Al Isro' 17 Ayat 32).


Sebagai remaja muslim tentu kita telah memahami dan menyadari bahwa zina bukanlah perbuatan yang bisa ditolerir, jatuh cinta itu hal yang fitrah namun bagaimana cara mengatasi rasa yang seharusnya tidak datang pada saat yang tidak tepat itu penting. jangan berlarut-larut dalam asmara, jangan terus menikmati setiap bujuk rayu setan, jangan biarkan iman dibungkam dan menutup hati dari perlawanan nurani yang menentang. 


Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur [24]: 30-31)


saudaraku, mungkin di awal kalian lah yang teguh menentang segala godaan setan dan mendeklarasikan diri bahwa kalian lah remaja yang tak akan pernah terinjak oleh kenistaan Zina yang bertopengkan istilah Pacaran, namun benar adanya jika iman itu Fluktuatif, ada masanya iman itu ups and downs, bergelombang, berliku dan terjal. bukan berarti berpangku tangan menjadi solusi untuk kita, iman turun karena kemaksiatan dan iman naik karena ketaatan.

Marilah saudaraku, kita upgrade kembali iman yang sudah sempat ter-downgrade, tidak ada kata terlambat untuk kita bertaubat, sebagaimana Rasulullah bersabda.

"Sesungguhnya Allah merentangkan tanganNya pada malam hari memberi kesempatan taubat bagi pelaku kesalahan pada siang hari dan merentangkan tanganNya pada siang hari memberi kesempatan taubat bagi pelaku kesalahan pada malam hari, sampai kelak matahari terbit dari Barat (hari kiamat)."(HR. Muslim)



Taubat itu baik bagi siapapun yang ingin bertaubat tapi lebih baik lagi untuk mereka (pemuda) yang bertaubat. nah, Taubat yang baik ternyata juga punya tahapan saudaraku, bukan hanya sekedar sholat taubat, tapi setelah itu ada tahapan yang harus ente-ente lalui, adapun tahapan yang bisa ane paparkan tentang taubat menurut Syeikh Al-Junaid Al-Baghdadi adalah sebagai berikut :

1. Meninggalkan Perbuatan Dosa
  
"Berbuat baiklah dan tinggalkan perbuatan buruk, maka Allah akan menjadikan semua perbuatan buruk itu sebagai kebaikan bagimu."(HR. Thabrani)

meninggalkan perbuatan dosa yang telah kita lakukan adalah langkah awal menuju taubat yang baik, sudahi semua perbuatan buruk yang telah kita lakukan, mohon ampun dan mintalah perlindungan dari Allah SWT.  * yang punya kekasih gak halal, sok atuh putusin dari pada mojok di neraka entar.


2. Menyesali Kesalahan

"Menyesal adalah (inti) taubat." (HR. Ibnu Majah) 

seseorang dikatakan telah bertaubat jika ia telah menyesali kesalahannya, menyesal berarti mengakui bahwa apa yang telah dilakukannya adalah  suatu dosa/kesalahan, karena jika tidak ada rasa menyesal maka belumlah dikatakan seseorang itu bertaubat. sebab seseorang yang tidak ada rasa sesal dihatinya ketika telah berbuat dosa/kesalahan berarti ia menerima atau membenarkan kesalahan yang telah dilakukannya. *ini nih karna keseringan buat dosa akhirnya Addicted bin Ketagihan. Na'uzubillah summa Na'uzubillah


3. Teguh pendirian untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

Seorang mukmin tidak boleh dua kali jatuh dalam lubang yang sama” (HR. Muslim)

entah mengapa, banyak dari kita sepertinya hobi sekali masuk ke lubang yang sama, melakukan Dosa/kesalahan yang sama berkali-kali, sebenarnya hal inilah yang mestinya kita waspadai, karna mungkin saja kita sudah mulai menganggap remeh dosa, menikmati dosa dan memaklumi dosa. sehingga tidak ada lagi rasa penyesalan dalam hati ketika berbuat dosa/kesalahan. oleh karena itu jika ingin Taubatnya berjalan dengan baik maka teguhkanlah hati untuk tidak terjebak dalam dosa/kesalahan yang sama. 


gak usah dibilang, ane juga paham kalau tahap terakhir ini yang paling sulit, tapi yakinlah dibalik kesulitan selalu ada kemudahan.


“Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.”
(QS. Al Insyiraah : Ayat 5)


Allah SWT saja sudah berfirman sedemikian rupa,lalu kenapa kita mesti takut tidak mampu, Ayolah Saudaraku, selama hayat masih dikandung badan, lakukanlah kebaikan-kebaikan agar Allah menutupi keburukan-keburukan yang pernah kita lakukan. menerapkan apa yang ustadz Opick sampaikan dalam salah satu lagu nasyid beliau yang berjudul "Obat Hati" agaknya juga mampu membuat kita lebih meluruskan niat dan ikhtiar kita di jalan Allah. ingatlah, Hidup di dunia ini hanya Ujian, dunia ini hanya tempat kita singgah, bukan ini tujuan kita, bukan ini garis finish yang kita harapkan. 



tak ada gading yang tak retak, tak ada sumur di ladang, tak bolehlah kita menumpang mandi.  bila ada umur yang panjang, bolehlah kita berjumpa lagi dalam postingan yang lainnya. akhir Kalam, mari kita tutup postingan ane ini dengan mengucapkan lafaz Hamdallah..... *Alhamdulillah :)

5 komentar

Subhanallah, bergizi sekali artikel nya Pak,:-)

izin share di blog UKMI semua artikelnya boleh y pak :v


EmoticonEmoticon